ini bukan pengalamat pribadi :D

Jadi saya berpkir katanya kan hanya 5 % dari otak kita yang digunakan untuk berpikir (bener gak?). Nah sisanya yang 95% itu kemana? trus buat apa. Kalo lah saya anggap bahwa yang 5 % dari otak itu merupakan sebuah wilayah maka masih ada 95% wilayah lagi yang belum dieksplorasi. Permasalahannya adalah yang mau saya bahas apakah otak kita terlalu luas sehingga kita bisa tersasar di otak kita sendiri? Nah lho bingung kan

Jadi begini sodara - sodara. Pernah liat orang gila kan. Nah ceritanya begini saya punya paman (Paman saya beda 2 tahun dari saya) saya panggil si A. Nah A ini pernah mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan dia “bisa dibilang (tapi dia mengakui)” hilang ingatan dan gila kalo gak salah selama 3 hari. Pas kecelakaan saya gak tau cuman pas dia sadar trus cerita ya jelas ngakak - ngakak. Dia bilang kata temennya (kan dia ilang ingatan) kelakuannya kaya anak kecil banget. Nah begitu dia sadar dari ‘kegilaannya’ dia malah lupa ama apa yang dilakuain pas dia sedang ilang ingatan (jadi bisa dibilang ilang ingatan ketika ilang ingatan? :D ).

Nah dari situ bisa saya simpulkan bahwa otak kita terlalu luas bahkan kita bisa tersesat didalam pikiran sendiri. Ibarat orang kesasar lupa arah pulang, trus pas pulang lupa dia tadi kemana aja. Segitu hebatkan otak kita sampe bisa melakukan hal seperti ini? Saya curiga waktu mimpi juga sebenernya kita sedang melakukan eksplorasi terhadap bagian dari dari otak kita yang lain, tapi gak jauh - jauh amat sehingga kita masih bisa balik lagi.

Wah ternyata dalam diri sendiri ada bagian - bagian yang bisa merepotkan juga :D. Bagaimana menurut anda?

Postingan Terkait

  • No Related Post